APD corona Karya SMKN 1 Kawali

BANDUNG,DISDIKJABAR Berangkat dari kepedulian terhadap tenaga medis, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kawali Kabupaten Ciamis menciptakan APD faceshield (pelindung wajah) untuk tenaga medis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pelindung wajah tersebut telah lolos uji kelayakan dari Tim Penanganan Covid-19 Center Kabupaten Ciamis sebagai APD kategori tipe 1 yang dibutuhkan tenaga medis yang bertugas di puskesmas.

Guru SMKN 1 Kawali sekaligus Koordinator Pembuatan Face Shield, Dian Sediana menjelaskan, inovasi tersebut muncul karena ingin membantu tenaga medis dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Langkah awalnya itu kita buat satu dulu dan survei ke puskesmas terdekat di sekolah. Ternyata mereka sangat antusias, bahkan pengen cepet-cepet minta,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

Selanjutnya, kata Dian, pihak sekolah meminta bantuan Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis untuk melakukan uji kelayakan APD. “Untuk meyakinkan (agar produk sudah sesuai standar) kita lakukan uji kelayakan. Ternyata layak dan masuk kategori tipe 1 yang bisa digunakan oleh tenaga medis,” terangnya.

LibatkanSiswaNamunTetapJagaJarak

Dian mengungkapkan, para siswa ikut berperan dalam proses pembuatan faceshield tersebut. Namun, untuk menaati anjuran socialdistancing, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler IT ini hanya dilibatkan enam orang. Mereka dipilih karena rumahnya tak jauh dari sekolah.

“Pembuatan satu buah faceshield ini membutuhkan waktu satu jam setengah hingga dua jam, jadi memang enggak perlu ditunggu. Kita memberdayakan guru yang piket di sekolah dan sehari hanya ada dua siswa yang bertugas,” tegasnya.

Dian mengaku, seluruh siswa sangat antusias karena produk ini memberi dampak sosial bagi masyarakat.

PembuatanyangPraktis

Menurut Dian, pembuatan faceshield ini cukup praktis. Proses awalnya, pembuatan desain faceshield dengan bentuk tiga dimensi.

Sedangkan bahan baku yang digunakan, yaitu plastik filamen yang nantinya dicetak melalui printer tiga dimensi serta karet untuk menyesuaikan ukuran kepala pengguna agar nyaman dipakai. “Setelah desain, langkah selanjutnya printing rangka dan perakitan,” jelasnya.

BerawaldariKomunitas

Dian mengungkapkan, ide pembuatan faceshield tersebut berawal dari Asosiasi Printridi, komunitas pegiat printing tiga dimensi. Dian bersama beberapa siswa pun bergabung dengan komunitas Printridi regional Jawa Barat. Awalnya, ia hanya diminta untuk mencetak, sedangkan proses distribusi dilakukan oleh pihak komunitas.

“Tapi, kita negosiasi karena banyak puskesmas di sini yang butuh. Alhamdulillah disepakati selama distribusi kita lakukan dengan benar,” ungkapnya.

Ketua Program Studi TKJ SMKN 1 Kawali itu pun mengatakan, pihaknya telah mencetak 30 buah faceshield yang nantinya langsung didistribusikan ke puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

“Untuk sementara kita pakai bahan dari sekolah. Tapi, dari komunitas juga sudah dikirim bahannya karena kita sudah kirim permohonan barang,” ujarnya.

Ia pun berharap, berbagai dinas terkait tertarik terhadap produk yang sekolah canangkan ini. “Kalau ada dinas yang tertarik, kita bisa buat dengan pengadaan massal,” ucapnya.

SangatBermanfaatbagiTenagaMedis

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Eni Rochaeni mengungkapkan, pihaknya memang sangat membutuhkan APD tipe 1. Sehingga, ia mengapresiasi inovasi face shield yang dilakukan oleh sekolah ini.

“Kami memang kekurangan APD untuk tenaga medis di puskesmas. Untuk faceshield saja, petugas di puskesmas sampai membuat sendiri dengan alat dan bahan seadanya,” ujarnya seperti diwartakan laman harapanrakyat.com.

Meski petugas puskemas tidak berhadapan langsung dengan pasien Covid-19, namun Eni menegaskan, posisi mereka tetap rentan tertular karena bertugas sebagai pemeriksa masyarakat yang dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

Meski seseorang masih dinyatakan ODP, namun bisa saja sudah membawa virus di tubuhnya. “Nah, kondisi itu yang harus diwaspadai. Makanya, petugas puskesmas harus dilengkapi OPD yang memadai,” tegasnya

Video Confrence, SMKN Kawali antisifasi penyebaran Corona

Wabah Virus Corona (COVID-19) untuk sementara telah mengubah bentuk komunikasi antara komponen pemerintahan pusat, tidak terkecuali di SMKN 1 Kawali. Diantara managemen sekolah dan guru mulai dibiasakan rapat koordinasi dengan video confrence. Rapat atau pembicaraan pertama adalah pembahasan tentang penundaan jadwal Ujian Nasional hingga UN benar-benar di hapus.

Metode konferensi video merupakan bentuk pemanfaatan teknologi yang lebih hemat dibandingkan tatap muka dalam bentuk rapat resmi di jam kerja.

“Kita perlu mengurangi pertemuan tatap muka dan justru di saat inilah kekompakan harus dibangun khususnya komunikasi harus diperkuat, khususnya saat wabah pandemi Virus Corona. Kita semua harus mengetahui tentang perkembangan informasi pendidikan, ditengah mewabanhnya virus corona ini, ungkap kepala sekolah, Drs. H. Hadi Sumantoro, M.Pd.

Secara teknis, untuk sementara vicon ini masih menggunakan fitur-fitur gratis dari beberapa aplikasi penyedia layanan, misalnya Zoom, Webex dan uji coba aplikasi lainnya. Tidak menutup kemungkinan di waktu dekat akan dilakukan pada aplikasi berbayar, setelah dirasakan manfaatnya oleh pengguna, begitu disampaikan bagian kurikulum, Dadang Mulyana M.Kom, yang juga sebagai alumni Virtual Coordinator program seamolec

Konferensi video ini selanjutnya akan dijadikan agenda kegiatan rutin dan terjadwal ditengah ketidakpastian keadaan terkait corona 19

9 cara cegah penyebaran corona

dari bola.com

Pasien COVID-19 akibat terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah. Kondisi ini membuat seluruh masyarakat di Tanah Air wajib waspada.

Setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, dengan tidak ikut menyebarkan virus Corona.

Pemerintah Indonesia saat ini sudah melakukan upaya untuk memutus mata rantai penularan virus Corona. Imbauan itu menjaga jarak fisik (physical distancing), kerja dari rumah, belajar di rumah, hingga beribadah di rumah terus digaungkan sehingga.

Hal itu terkait sifat virus Corona yang menular antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui percikan.

Itulah mengapa diharapkan warga menjaga jarak fisik dengan sesamanya untuk meminimalisasi risiko terkena percikan (droplet), atau menyentuh benda yang sebelumnya terkena droplet.

Dilansir dari CDC, virus Corona dapat tetap hidup di permukaan benda mati selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Jadi, sangat penting cara mengetahui bagaimana cara mencegah penyebaran virus Corona.

Bola.com telah merangkum dari berbagai sumber, petunjuk praktis yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona:

  1. Sering-Sering Mencuci Tangan

Sekitar 98 persen penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun dan air mengalir efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus, termasuk virus Corona.

Pentingnya menjaga kebersihan tangan membuat Anda memiliki risiko rendah terjangkit berbagai penyakit.

2.Hindari Menyentuh Area Wajah

Virus Corona dapat menyerang tubuh melalui area segitiga wajah, seperti mata, mulut, dan hidung. Area segitiga wajah rentan tersentuh oleh tangan, sadar atau tanpa disadari.

Sangat penting menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan benda atau bersalaman dengan orang lain.

3.Hindari Berjabat Tangan dan Berpelukan

Menghindari kontak kulit seperti berjabat tangan mampu mencegah penyebaran virus Corona. Untuk saat ini menghindari kontak adalah cara terbaik.

Tangan dan wajah bisa menjadi media penyebaran virus Corona.

4.Jangan Berbagi Barang Pribadi

Virus Corona mampu bertahan di permukaan hingga tiga hari. Penting untuk tidak berbagi peralatan makan, sedotan, handphone, dan sisir. Gunakan peralatan sendiri demi kesehatan dan mencegah terinfeksi virus Corona.

5.Etika ketika Bersin dan Batuk

Satu di antara penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Ketika Anda bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur.

Lebih baik gunakan tisu ketika menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Cuci tangan Anda hingga bersih menggunakan sabun agar tidak ada kuman, bakteri, dan virus yang tertinggal di tangan.

6. Bersihkan Perabotan di Rumah

Tak hanya menjaga kebersihan tubuh, kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal juga penting. Gunakan disinfektan untuk membersih perabotan yang ada di rumah.

Bersihkan permukaan perabotan rumah yang rentan tersentuh, seperti gagang pintu, meja, furnitur, laptop, handphone, apa pun, secara teratur. Anda bisa membuat cairan disinfektan buatan sendiri di rumah menggunakan cairan pemutih dan air.

Bersihkan perabotan rumah Anda cukup dua kali sehari.

7. Jaga Jarak Sosial

Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Pemerintah telah melakukan kampanye jaga jarak fisik atau physical distancing.

Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter.

Jaga jarak fisik tak hanya berlaku di tempat umum, di rumah pun juga bisa Anda terapkan.

8. Hindari Berkumpul dalam Jumlah Banyak

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah membuat peraturan untuk tidak melakukan aktivitas keramaian selama pandemi virus Corona. Tak hanya tempat umum, seperti tempat makan, gedung olah raga, tetapi tempat ibadah saat ini harus mengalami dampak tersebut.

Tindakan tersebut adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Virus Corona dapat ditularkan melalui makanan, peralatan, hingga udara.

Untuk saat ini, dianjurkan lebih baik melakukan aktivitas di rumah agar pandemi virus Corona cepat berlalu.

9. Mencuci Bahan Makanan

Selain mencuci tangan, mencuci bahan makanan juga penting dilakukan. Rendam bahan makanan, seperti buah-buah dan sayur-sayuran menggunakan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang aman untuk makanan.

Simpan di kulkas atau lemari es agar bahan makanan tetap segar ketika ingin dikonsumsi.

Selain untuk membersihkan, larutan yang digunakan sebagai mencuci memiliki sifat antibakteri yang mampu mengatasi bakteri yang ada di bahan makanan.

12 aplikasi pembelajaran daring gratis

dari kompas.com

Sedikitnya ada 12 platform pembelajaran daring atau online yang siap diakses oleh siswa di seluruh Indonesia.

Hal ini demi membantu siswa saat mengikuti pembelajaran jarak jauh terkait kebijakan pemerintah karena penyebaran virus corona.

Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) RI, bekerjasama berbagai platform yakni menyediakan aplikasi pembelajaran daring.

Melansir laman resmi Kemendikbud RI, berikut ini ada 12 platform atau aplikasi yang bisa diakses siswa untuk belajar di rumah. Aplikasi ini sebagai bentuk bersama hadapi corona.

1. Rumah Belajar

Rumah Belajar merupakan aplikasi belajar daring yang dikembangkan oleh Kemendikbud dengan tujuan untuk menyediakan alternatif sumber belajar dengan pemanfaatan teknologi. Terdapat berbagai fitur seperti Sumber Belajar, Laboratorium Maya, Kelas Digital, Bank Soal, Buku Sekolah Elektronik, Peta Budaya, Karya Bahasa dan Sastra, serta fitur lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa secara gratis. https://belajar.kemdikbud.go.id/

2. Meja Kita

Penyajian materi dilakukan secara tematis dan dilengkapi forum diskusi yang bisa dimanfaatkan untuk tanya jawab. MejaKita menyediakan materi pembelajaran dari SD-SMA yang gratis dan cukup lengkap, serta ribuan catatan yang sudah diunggah oleh murid-murid di komunitas pelajar di seluruh Indonesia.

MejaKita mendukung siswa yang harus belajar di rumah untuk tetap dapat berdiskusi PR, soal dan tugas, serta berbagi catatan dan materi pembelajaran lainnya. https://mejakita.com/

3. Icando

ICANDO merupakan aplikasi pendidikan anak yang memiliki program pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 Revisi yang dikembangkan secara komprehensif dengan ratusan minigames yang akan meningkatkan motivasi belajar anak-anak di jenjang PAUD. Unduh dan mainkan ICANDO sekarang (bit.ly/appicando).

4. IndonesiaX

IndonesiaX telah berpengalaman dalam mendukung penyediaan akses belajar bagi masyarakat melalui kursus-kursus berkualitas yang dibawakan oleh para instruktur terbaik bangsa.

Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2015, IndonesiaX berkomitmen meningkatkan kecerdasan bangsa melalui penyediaan kursus daring gratis untuk mengurangi disparitas atau kesenjangan pendidikan di negeri ini.

5. Google for Education

Untuk mendukung belajar daring terutama yang diterapkan oleh berbagai daerah pada isu pandemi Covid-19, Google for Education menyediakan layanan menggunakan Chromebooks dan G-Suite yang memungkinkan pembelajaran virtual walaupun dengan konektivitas internet yang rendah. https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline-access-covid19/

6. Kelas Pintar

Kelas Pintar merupakan salah satu penyedia sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik.

Dengan menghadirkan personalisasi dashboard untuk Siswa, Guru, dan Orangtua, Kelas Pintar berisi materi kurikulum 2013 yang disajikan dengan interaktif. Kelas Pintar telah hadir di Singapura, UAE, India dan Afrika Selatan. https://www.kelaspintar.id/

7. Microsoft Office 365

Microsoft menyediakan layanan Office 365 yang dapat digunakan oleh guru dan siswa secara gratis dan bukan versi percobaan. Office 365 dapat diakses dan diperbarui secara realtime termasuk Word, Excel, PowerPoint, OneNote, dan Microsoft Teams, serta fitur ruang kelas lainnya. Guru dan siswa hanya perlu menyiapkan alamat email dengan domain sekolah. https://www.microsoft.com/id-id/education/products/office

8. Quipper School

Quipper School menawarkan cara belajar inovatif untuk proses belajar mengajar. Platform ini mudah mendukung guru untuk mengelola tugas dan pekerjaan rumah yang lebih efektif. Sehingga, guru dapat mengenali kekuatan dan kelemahan siswa lebih mudah. https://www.quipper.com/id/school/teachers/

9. Ruangguru

Ruangguru merupakan layanan belajar berbasis teknologi, termasuk layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta konten-konten pendidikan lainnya yang bisa diakses melalui web dan aplikasi Ruangguru.

Ruangguru menyediakan Sekolah Online Gratis selama masa pandemi covid-19. Terdapat 250 video dan modul pelatihan guru yang dapat dimanfaatkan selama 1 bulan ke depan di aplikasi Ruangguru. https://sekolahonline.ruangguru.com/

10. Sekolahmu

Pada program Belajar Tanpa Batas, Sekolahmu menyediakan live streaming mata pelajaran dengan jenjang yang telah disediakan. SekolahMu menumbuhkan kompetensi pada semua dan setiap anak di berbagi usia dan jenjang.

SekolahMu menjadi simpul kolaborasi ratusan sekolah dan organisasi yang telah dikurasi untuk berkarya, menyediakan program-program kurikulum yang sesuai kebutuhan. https://www.sekolah.mu/belajar-tanpa-batas/

11. Zenius

Zenius memiliki program Belajar Mandiri di Rumah #BisaBareng dengan menyediakan puluhan ribu video materi belajar lengkap untuk jenjang SD, SMP, SMA untuk kurikulum KTSP, Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 Revisi. Selain itu siswa dapat mengakses materi belajar lengkap untuk persiapan UNBK, UTBK, SPMB STAN, SIMAK UI, dan UTUL UGM. Konten-konten yang disediakan pada program ini dapat diakses secara gratis. https://www.zenius.net/belajar-mandiri/

12. Cisco Webex

Guru akan mengajar seperti biasa melalui Video termasuk berbagi konten presentasi dan berinteraksi dengan papan tulis digital melalui layar komputer/smartphone.

Selain itu, Cisco Webex juga menyediakan ruang kelas digital berbasis messaging, sehingga guru dan murid dapat tetap berdiskusi dan berbagi materi melalui fitur group chat di Cisco Webex Teams yang kami sediakan. https://cart.webex.com/sign-up?utm_medium=OwnedContent&utm_campaign=APJC_ID_RemoteWork

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “12 Aplikasi Pembelajaran Daring Kerjasama Kemendikbud, Gratis!”, https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/22/123204571/12-aplikasi-pembelajaran-daring-kerjasama-kemendikbud-gratis?page=all#page2.

UN dan Ujikom dibatalkan tahun 2020


dari berita disidk.jabar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020. Pembatalan pun berlaku untuk uji kompetensi keahlian bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dengan dibatalkannya Ujian Nasional maka keikutsertaan UN bagi peserta didik tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, B, dan C akan ditentukan kemudian.

Hal ini disampaikan Mendikbud, Nadiem Makarim melalui Surat Edaran Kemendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Pada surat edaran tersebut, ada enam poin penting yang dibahas. Yakni, tentang pelaksanaan Ujian Nasional, proses belajar dari rumah, mekanisme ujian sekolah, mekanisme kenaikan kelas, mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan pengaturan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

Khusus pada poin terakhir, Mendikbud menjelaskan, dana BOS atau BOP dapat digunakan oleh satuan pendidikan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah. Termasuk, untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pendemi Covid-19, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, dan masker bagi warga sekolah. Dana tersebut pun bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembelajaran daring/dari rumah.***

BUKAN RPP MERDEKA BELAJAR (GURU PENGGERAK 4.0)

dari
http://www.fathur.web.id/2020/02/bukan-rpp-merdeka-belajar-guru.html

“Mas Menteri” telah mengeluarkan Surat Edaran atau Siaran PERS Nomor: 408/sipres/A5.3/XII/2019 tentang penetapan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar” dimana salah satu pokok kebijakan tersebut adalah mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selama ini dianggap cukup membebani administrasi guru. Selanjutnya Siaran Pers ini dipertegas kembali dengan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 Tentang Penyederhanaan RPP.


Untuk RPP kedepannya, Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. “Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup,” kata Mendikbud. Terlepas dari pro-kontranya, tapi itulah kebijakan yang ada saat ini


Hasil diskusi online di telegram https://t.me/gurupenggerak pada hari Jum’at, 21 Februari 2020 yang mengambil tema “Inspirasi RPP (Unit Plan, Lesson Plan dan Action Plan) dan RPP Berbasis Computational Thinking ” namun karena keterbatasan waktu maka baru sempat dibahas materi yang pertama yakni Inspirasi RPP (Unit Plan, Lesson Plan dan Action Plan) . Berikut ini kami sajikan hasil diskusi dalam format Q/A.
Fathur Rachim:Hari ini melalui group guru penggerak ini kami ada membagikan dua buah file mengenai Buku Saku RPP (download) dari Dirjen PAUD dan Dikdasmen serta Inspirasi RPP (download) dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), semoga bapak/ ibu sudah membacanya semua.


Namun malam ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Kita akan coba keluar dari pakem tersebut, kita akan coba keluar dari zona tersebut. Sehingga ada baiknya tanggalkan dulu sementara tentang pengetahuan kita tentang kurikulum 2013 beserta turunannya termasuk RPP yang dinaungi oleh standar proses yang selama ini bapak/ibu fahami. Ok sepakat ya, karena jika tidak selalu akan terjadi benturan, setelah materi tuntas barulah keputusan ada ditangan bapak/ibu untuk mengadaptasinya atau tidak.

Malam ini saya akan fokus kepada RPP dari sudut pandang buku tersebut. Saya akan awali paparan saya dengan beberapa buah pertanyaan kepada bapak/ibu semua. 

Pertama: Kapan RPP dibuatnya ?Kedua: RPP dibuat untuk berapa banyak?Apakah untuk satu semster / satu tahun?


Audiens:
Sri Yuliarsih : Di awal semester, Mulyatno: Saat kita akn mlakukan pmbelajaran. Hariyantoni Toni: Sebaiknya seminggu sebelum mengajar.. Biar ingat dan fresh, Sri Yuliarsih:Satu tahun,,,, Nurul Ernawati: Di awal semester jadi 1 tahun buat 2 kali, Sudi Manullang: Dibuat sebelum masuk ajaran baru dan dibuat untuk 1tahun, Maftukhin: RPP dibuat sebelum pembelajaran dimulai di awal semester, Jaff: Sebelum memulai tahun ajaran, Nisa Alfatih: Sebelum pembelajaran, SANIATI DJAMALU:RPP dibuat di awal tahun ajaran, Bunda Tri:Menjelang KBM, bisa 1 hari sblmnya, Muiz Ghifari: Di awal tahu  ajar, Julius Risambessy: RPP di buat awalsem, Endon: Setelah jadwal pembelajaran diterima, Marwan EduTech Madrasah Jember: Biasanya saya menyesuaikan RPP yang sudah ada maksimal H -1 pembelajaran, Robiatul A 22:Awal semester, Budyo Leksono:Setiap akan memulai pembelajaran, AMAN SURATMAN:Diawal tahun pelajaran untuk 1 tahun.


Audiens:
Siti Hidayah: Sebelum masuk semester baru, untuk satu semester, Yulaina Nurramadhani: Awal pembelajaran, Hariyantoni Toni: RPP dibuat sesuai kebutuhan setiap kali akan mengajar, Yuliana Rahayu:Satu Minggu sebelum pembelajaran idealny, Annita Meilina: RPP dibuat di awal semester. Pd praktinya membuat rpp sebelum pembelajaran bercermin pada pembelajaran sebelumnya, Julius Risambessy:Utk tiap kali mengajar, Sri Yuliarsih:Realistisnya spt itu. Indah QA:Sebelum proses pembelajaran, paling tdk seminggu sebelumnya, Euis Kusniar Hidayah: Sebelum masuk semester, Dibuat satu semester. Joko Susilo: saat akan melaksanakan pembelajaran

Fathur Rachim:Baiklah, pertanyaan saya berikutnya, Jika dibuat awal semester alasannya apa?jika dibuat saat akan mengajar alasannya apa ?
Bu Herlina IN GP:Dari pak Santoso adi dr sma 1 balikpapan, “tlg tanya di buku saku rpp poin ke 3 Guru tdk wajib buat silabus maksudx apa” ya tks (Dijawab diakhir)


Audiens:Yuliana Rahayu: Jika dibuat saat akan mengajar masih akan melekat diingatan kita, SANIATI DJAMALU:di awal semester supaya kita sudah punya persiapan diri apa yg akan kt lakukan di kels pd pertemuan pertama, NASIR,S.Pd.:RPP dibuat setiap mau mengajar idealnya, Robiatul A 22: Di awal semester krn utk gambaran program ke depan sekaligus menyesuaikan prota dan program semeater, Nurul Ernawati: Rpp rencana. Jd waktu pelaksanaan bisa sedikit berubah untuk revisi tahun berikutnya, Maftukhin: Pelaksanaannya dibuat sehari sebelum kbm dimulai, Budyo Leksono: Dibuat saat akan mengajar, karena kita mengenal betul situasi dan kondisi kelas yang akan kita sajikan tujuan pembelajarannya, Jaff: Awal tahun kita punya cukup waktu dan dapat direvisi saat sebelum mengajar, Yeni Fitri: Dua hari sebelum pembelajaran untuk setiap kali pertemuan, Ardian Novianti: saat akan mengajar agar rpp sesuai dg kondisi yg ada

Audiens:Sri Yuliarsih:Mengcover seluruh kd yg ingin di sampaikan tanpa ada yanb terlewati, kemudian lebuh mudah evaluasinya dalam tiap minggu ttg capaian yg kita lakukan falam tiap kdnya, Hariyantoni Toni: Dibuat sebelum mengajar biar kita ingat materinya dan selalu update dengan perkembangan zaman.  Jika tuntutannya pokok bahwa rpp hrs efisien,  praktis dan efektif,  maka rasanya guru akan mampu menyusun rpp mak seminggu sebelum pembelajaran, Euis Kusniar Hidayah:Rencana satu semester supaya sesuai Kaldik. Tapi setiap mau mengajar kemungkinan ada perubahan, Mulyatno: Saat akn mngajar krn saat itulah kondisi trkini. Shg diharapkan RPP yg kita rancang benar2 sesuai dg kondisi yg ada. Julius Risambessy: Awal sem krn bth kalender dr kur Sri Yuliarsih:Rancangan di awal,,,,update selama proses


Audiens:
SANIATI DJAMALU:di awal semester juga supaya kita bisa mlkukan perhitungan jml pertemuan sesuai dgn jml minggu efektif, Yulaina Nurramadhani: Saat awal semester itu perencanaan saja untuk persiapan tp masih bisa kita perbaiki jika ada perubahan rencana beberapa hari sebelum action.


Fathur Rachim:ok cukup, terimakasih, jawabannya sangat variatif sekali. Mungkin kita perlu mundur sedikit kebelakang, untuk melihat kembali mengapa sampai kebijakan ini dikeluarkan. Ada beberapa hal penyebabnya :

  1. RPP dianggap dibuat hanya untuk administrasi sekolah, administrasi ke pengawas/dinas atau administrasi Akreditasi.
  2. RPP yang dimiliki guru diindikasikan membeli dari penyedia jasa RPP
  3. RPP yang dimiliki guru copy-paste dari milik guru lainnya
  4. RPP yang dimiliki hanya merubah tahunnya saja
  5. RPP yang ada sangat banyak dan menghabiskan kertas (ATK)
  6. RPP yang ada dianggap membatasi guru dalam berkreasi dan berinovasi di kelas
  7. RPP menggunakan model yang kadang mengikat dengan sintak-sintaknya
  8. RPP tidak dilaksanakan di kelas

Sekarang menurut bapak ibu apakah beberapa penyebab diatas benar adanya atau itu hanya sakwasangka saja?


Audiens:
Dian:sangat benar sekali pak, SANIATI DJAMALU:Betul 1000%, Yuliana Rahayu:Benar mas, Mulyatno:Benar semuanya, Dwi Khusnawati S.Pd.SD:Yesss, Ratri Ferawati:Benar, Agus Wahyu Aningsih:Betul sekali, Robiatul A 22:Benar, Triyem SMA 112 Jakarta:Betul Pak Fathur, Siti Hidayah:Tidak semuanya benar dan juga tdk semuanya salah, Jumaena:Itu benar pak, Maftukhin: Benar adanya seperti itu, Sri Yuliarsih:Saya yakin 99,999% benar, Deni Info Sby:Benar pk guru, Jaff:Itu fakta. Kadang format yg kita buat disalahkan sama pengawas.


Audiens:
Afrohah Subhan:Bener pakek banget pak…., Yenni Yunartin:Betul banget pk, Sahri Irhas: Benar sekali,,, hanya sebagai kewajiban administrasi, Nisa Alfatih:100%benar, Ardian Novianti:💯, Jaka Wijaya: Hampir semua penyebabnya benar adanya dan seperti itulah kondisi di sekolah tempat saya mengajar, Jaff: Bertentangan dg asas “Guru bebas  membuat, memilih,  mengembangkan, dan  menggunakan RPP sesuai  dengan prinsip efisien, efektif,  dan berorientasi pada murid”


Audiens:
Joko Susilo:benar, Coding Aryani:Benar pak, NASIR,S.Pd.:, Kok tau, Sudi Manullang: Faktanya dilapangan ya seperti itu, Yulaina Nurramadhani: Benar, Yeni Fitri: Betul sekali pak…👍👍, Ndak Ntt Waka: sangat setuju sekali pak. Setiap KBM rppnya jarang di bawa ke kls., Pak Abd Kadir AlMakki: Fakta dilapangan tidak banyak guru menggunakan RPP yang sudah dibuatnya, maka jawabannya benar , Euis Kusniar Hidayah: Banyak benarnya 😁Makanya kalau di sekolah saya Selain RPP diminta membuat juga Agenda Kegiatan guru tiap hari, Sri Yuliarsih: Fakta lain adalah banyak guru yg tidak bisa membuat RPP, Netrita Cuit: Benar adanya.. Hariyantoni Toni: so far it is right sir, Etik Riyaningsih: Benar sekali bahwa RPP rata rata tidak dibawa dikelas hanya pelengkap administrasi, Hariyantoni Toni: Ada yg punya rpp tapi gak ngerti isinya

Fathur Rachim:Baiklah terimakasih untuk responnya, dan sepertinya bpk/ibu semua sepakt dengan pernyataan itu.


Audiens:

Marwan Jember: minimnya pelatihan dan pengetahuan tentang rpp di daerah saya , Laila Amrulia: Benar sekali. RPP hanya sebagai pelengkap saja. Kadang ada juga guru yg tdk mambaca isinya. Maftukhin: Dibuat di awal tahun pelajaran, ditandatangani, lalu disimpan. , Sri Yuliarsih:Rpp itu planning,,,sebuah grand design,,,jika kita gagal dengan rancangannya tentu saja hasilnya kita sudah bisa bayangkan  sendiri, Hariyantoni Toni: Kadang pelatihan bukan buat rpp tapi ngerjakan LK.. Mana bisa begono…, saiipool: Memang masih banyak guru yang tidak menggunakan RPP.  *kata guru senior* Jadi, pertanyaannya adalah. Apakah diri kita menjadi bagian dari guru tersebut atau guru yang mau berubah.


Pa Rivai :
Kalau saya melihatnya dari dua hal. 1. Bagi guru yg punya rpp tapi tidak dibuat maka rpp itu hanya sebatas dokumen tagihan. 2. Bagi guru benar benar merancang rpp maka kelompok ini pasti akan menggunakan rrp dalam pembelajaran.


Hariyantoni Toni:

Coba sekali sekali pelatihan buat rpp sampai tuntas trus dipraktekkan,  narasumber atau fasilitator ajak diskusi bukan cerama lebar panjang,  ini kondisi selama ini yg sering kita jumpai.

Fathur Rachim:

Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah, Ssaat ini banyak RPP beredar yg “mengclime” sebagai RPP Merdeka Belajar, kira-kira bagaimana menurut pendapat bapak/ibu? Sama sajakah dengan RPP-RPP sebelumnya atau memang berbeda?


Audiens: 
Budyo Leksono: Sama saja dengan yang sebelumnya. Yang membuat kita  merdeka adalah jika kita bebas menentukan rancangan desainnya.., Pai Sitanggang : Bagi Kami RPP adalah bukti profesional guru dan sebagai dasar sebelum mengajar, Sri Yuliarsih: Kalo yang ikut PPG yang baru _baru ini,,,,insyaallah pasti merasakan proses Rpp yang sesungguhnya….tetapi tetap saja pada pengaplikasiannya masih perlu di downgrade sesuai sekolah, Laila Amrulia: Tujuan mungkin sama, cuma desainnya saja yg berbeda. Yg baru lebih simpel dan mudah dipahami., SANIATI DJAMALU: Terasa bedanya Pak. Perasaan kita saat membuatnya jauh lebih nyaman, ringan dan ada nilai kemerdekaanya dibandingkan dgn sebelumnya,  Mulyatno: Berbeda dlm hal jumlah halamannya, lbih sederhana tpi isinya blm benar2 merdeka,


Audiens:
Pa Rivai :Bagi guru yang punya konsep pemahaman dn menyadari sepenuhnya bahwa rpp adalah sebuah tugas profesi melekat dalam sebuah manajemen pembeljaran maka membuat rpp tidak menjadi beban bagi dirinya. Kenyataannya masih bnyak guru yg melaksanakan tugas itu dengan baik, Sri Yuliarsih: 2 versi sebenarnya,,,yg aplikatif dan administratif, Saiipool: Beda atau tidak, yang penting jangan keluar dari jalur yang sudah ditetapkan. Mengingat RPP sudah disederhanakan. 😁 , Yeni Fitri:Kalau sbg guru kita hanya copy paste RPP yg ada, sama saja, dimana letak merdeka nya…, Annita Meilina: Saya menangkapnya penyederhanaan RPP ini membuat guru lebih ringan dalam administrasi sekolah tapi mendorong guru lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Tidak terikat dengan kekakuan administrasi dan sintak-sintaks yang selama ini diharuskan ada di RPP.


Fathur Rachim:Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah. Apakah tujuan bpk/ibu buat RPPterlepas dari bentuknya, banyaknya, modelnya dsb


Audiens:
Bu Fitri Savero: Jika RPP dibuat diawal semester utk pertemuan selama 1 tahun rasanya kurang logis. Kadang model pembelajaran yang kita rencanakan berubah setelah melihat kondisi siswa sebelumnya.  Sehingga akhirnya TDK sesuai dg apa yg direncanakan.. Yeni Fitri: Jadi memang sbg guru kita harus buat sendiri sesuai dgn kreatifitas kita dan menyesuaikan dgn kondisi siswa dan sekolah kita, Agus Wahyu Aningsih: Setuju bu disesuaikan dg kondisi siswa n sekolah kita, Sri Yuliarsih: Rpp menjadi sebuah aktifitas yg menyenangkan sebenarnya ,,,,banyak challenge disana dan hal yang indah membayangkan anak anak dg penuh antusiasme mengikuti pelajaran kita tanpa terasa sebagai sebuah siksaan,,,disinilah peran rpp diharapkan


Audiens:
Pai Sitanggang: Sebetulnya buat RPP 1 Kd itu setengah jam cukup, yang sulit adalah memastikan bahwa rpp itu betul betul menghantarkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan diasses selama proses pembelajaran. SANIATI DJAMALU: Sebagai kompas dalam PBM: apa dan bagaimana seorang guru mengelolah kelas yg diajarnya. Yeni Fitri: Sebagai rencana langkah atau kegiatan yg akan kita lakukan dlm proses pembelajaran, Hariyantoni Toni: Tujuan jargon Merdeka belajar inikan sesungguhnya agar pola pikir kita yg Merdeka sehingga bebas berinovasi dan berkreasi sesuai dengan kondisi siswa kita namun tetap memperhatikan apa yg dipersyaratkan oleh pemerintah. Begitu kira2 pemahaman saya..


Audiens:
Mulyatno: Agar pmbelajaran brjalan efektif, yaitu tercapai tujuan pmbelajaran yg kita inginkan. Euis Kusniar Hidayah: Sebagai langkah dalam mengajar , sampai mengevaluasi hasil proses mengajar, Robiatul A 22: Untuk batasan materi pokok bahasan per hari/ jam kita sesuai tdk dg jam yg sdh ditentukan, Ratri Ferawati: Tujuan Rpp untuk memudahkan kita melaksanakan proses KBM dan penilaiannya, Bu Fitri Savero:Untuk acuan kita mengajar. Tapi jika ada yang TDK sesuai dg rencana awal.. boleh kan kita merubahnya ditengah jalan


Pa Rivai :Ketika berbicara bahwa rpp disuaun secara rijit kemudian sekrang disederhanakn berdasarkan se 14 tidak akan menjadikan dia berbenturan. Karena kata kunci adalah. Rpp bagi guru adalah rencana sebagai oanduan dalam mengajar. Sehingga kata kunci apabila rpp terswbut bagaimanapun bentuk sederhana sjiannya tapi bagi guru tersebut dengan penuh keyakinan dlaam implementasi penggunaan bisa dilaksanakan maka rpp itu beefungsi standar


Audiens:
Laila Amrulia: Untuk memperlancar proses belajar mengajar. Annita Meilina: RPP bagi saya adalah gambaran/rancangan untuk melaksanakan pembelajaran. Pada praktiknya belum tentu sama persis. Namun arahnya jelas. Tujuannya apa yang ingin dicapai, Dian: saya rasa mmg berbeda pak….krn diRPP sebelumnya itu tidak ada profil siswa dan profil ortu yg bisa mendukung pembelajaran. jika kita paham profile untk mengajar kita paham kondisi siswa dan ortunya. gambaran singkatnya begitu. Arman Tirtajaya: Baiklah pertanyaan saya selanjutnya adalah. Apakah tujuan bpk/ibu buat RPP? Tujuan saya adalah sebagai panduan agar tidak salah arah dalam melangkah/mengelola pembelajaran.
Audiens:Robiatul A 22: Apakah dg rpp tersebut siswa pembelajar benar2 memahami ilmu yg sdh kita berikan, Suryanto: Untuk Menjadi Acuan dlm melaksanakn proses pembelajaran, Agus Wahyu Aningsih:Sebagai acuan kita untuk mrngajar.dan memperlancar proses belajar mengajar, Sri Yuliarsih: Agar tujuan tiap Kd yg ingin dicapai bisa terlaksana dan dikuasai oleh PD, Budyo Leksono: Sebagai rambu melaksanakan kegiatan pembelajaran agar efektif mencapai tujuan pembelajaran, Yulaina Nurramadhani: Merencanakan cara agar siswa mendapatkan konsep/ materi, Arwis Yuliana: Sebagai acuan kita dalam mengajat pada hari


Fathur Rachim:

Ok terimakasih sekarang off lagi ya, Andai boleh saya analogikan bahwa RPP itu adalah seperti sebuah PETA, sehingga ketika saya ingin menuju kesuatu tempat dapat dengan mudah menemukan tempat dan menuju ketempat tersebut.
Namun apa yang terjadi jika ditengah perjalanan ketika saya menuju Desa A yang harus melewati sebuah jembatan yang menghubungkan antara Desa A dengan Kota B, namun jembatan penghubung tersebut roboh? Tentu saya akan mencari jalan atau jalur alternatif….


Bu Herlina IN GP:Nah kan jd beda ama peta yg ada (rencana awal). Itu gimana donk pak?


Fathur Rachim:

Atau kasus lainnya, Bagaimana pula tatkala saya asyik mengajar dikelas dan baru masuk 30 menit lalu tiba-tiba kepala sekolah memanggil saya hingga jam mengajar saya berakhir dikelas tersebut. Apa yang harus saya lakukan pada saat pertemuan berikutnya di kelas tersebut?


Bu Herlina IN GP: (Tanggapan Audiens)
Mencari jalan lain yg relatif aman hingga sampai pada tujuan tanpa kurang suatu apapun(Annita, SMAN 1 Padarincang)


Fathur Rachim:

Itulah tadi kenapa diawal saya tanyakan, Kapan sebaiknya RPP itu dibuat ? Diawal semester atau saat akan mengajar?


Audiens:

Jaff: Revisi, SANIATI DJAMALU: Sebelum Mengajar: sehari sebelum mengajar, Heli: RPP ditandai sampai saat keluar kelas. Marwan Jember: Berarti rpp di buat, maksimal sebelum memulai pembelajaran, Nurhadi : H-3 , Pai Sitanggang :H min 1, Dian: RPP dibuat sehari sebelumnya…jika mengalami perubahan saat mengajar brt kita perlu merevisi dan mengulang kembali dimateri yg berikutnya. krn di k13 itu materi banyak yg diulang2, Marwan Jember: ketika proses pembelajaran bisa dilakukan catatan sebagai revisi, Joko Susilo: sebelum mengajar

Audiens:
Agus Wahyu Aningsih: Klu membuat rpp saat akan mengajar atau seharibsblm mengajar tentu akan repot krn bgmana klu sehari ngajar di kelas yg berbeda dan tingkat yg berbeda pula, Bu Fitri Savero:
Sebaiknya RPP dibuat sehari sebelum pelaksanaan PBM di kelas. Idealnya, Laila Amrulia: RPP tetap dibuat di awal semester. Klu ada perubahan kita revisi lagi, sesuai dg kondisi terbaru. Tinggal mengedit. Sahri Irhas: Setiap mau mengajar,,, Mulyatno: Memang itulah hakikat perencanaan, tdk bsa 100% tepat saat pelaksanaan. Artinya, smakin bnyak dta yg ada saat prencanaan, smakin baik prencanaan bsa dibuat.

Audiens:
Korselius Boonde: Diawal semester sbgai RPP awal, direvisi  sblm belajar apa msh sesuai, dan setelah pbm diliat lg apa msh sesuai,  Yeni Fitri: 2 atau 3 hari sebelum mengajar, setelah itu direfleksi, Etik Riyaningsih: Sebagai persiapan dr proses evaluasi mengukur hasil yg diharapkan dan apabila dalam mengajar dikelas ada keperluan mendadak kita dapat memberikan tugas kepada peserta didik sesuai dgn RPP jd proses pembelajaran TDK facum, Ratri Ferawati: Di awal semester, kalo ada keperluanwndadak kita sdh ada lkpd yang terstruktur dan terbimbing yang bisa dikerjakan siswa. Dengan RPP yang lengkap kita bisa digantikan oleh guru piket.

Audiens:
Ardian Novianti: Membuat di awal pembelajaran setelah pembelajaran revisi jika ada yg tidak sesuai, Siti Hidayah: Awal smt atau h-1…tdk perlu dipermasalahkan, yg penting kalau ada perubahan saat mengajar,itu catatan revisi utk perbaikan rpp berikutnya…, Bu Fitri Savero: Tapi pada kenyataannya… Jarang banget ada yg mau merevisi, Annita Meilina: Perencanaan baiknya dibuat jauh hari. Tapi pada pelaksanaannya menyesuaikan kondisi siswa. Jadi revisi bisa saja dilakukan sebelum mengajar di kelas, Pai Sitanggang: Membuat catatan dan melanjutkan pada pertemuan pda pertemuan berikutnya, Afrohah Subhan: RPP yg telah dibuat bisa direvisi sesuai dg keadaan dilapangan.

Audiens:
SANIATI DJAMALU: Namanya sj RPP (Rencana…) berti terbuka kmungkinan bhw adanya Perubahan…, Sudi Manullang: Rpp itu ibarat kemudi. Tanpa kemudi kita gak akan tau kemana arah tujuan. Rpp tetap dibuat diawal semester. Klau kasus seperti itu ya rppnya harus direvisi. Namanya jga rancangan rencana pemblajar, Euis Kusniar Hidayah: Kendala itu sering terjadi. Selain ada RPP per semester,saya ada agenda KBM tiap hari. Tertulis di situ besok saya mau ngapain.., materi apa, dll. Kalau ada kendala misalnya ada acara mendadak saat mengajar, tentu ditulis untuk dikelas tersebut apa yang tertunda

Pa Rivai:
Rpp bisa dibuat diawal semester berkaitan dengan pengaturan alokasi waktu (kaldik) namun ketika akan digunakan maka dianalisis sesuai dengan kondisi yg akan dihadapi dengan dasar kondisi terkini. Kemudian bisa jadi dalam pelaksanaan pembeljaran guru mengjadapi kondisi yg berbeda maka pada saat pelaksaanpunltidak menutup kemungkinan perubahan utk menyesuaokan kondisi nyata saat itu

Audiens:
Robiatul A 22: Menurut saya, guru hrs membuat program ajar selama 1 th ke depan sbg target. Dan itu bisa diterapkan saat pembuatan program semeater sebelum membuat RPP, Siti Hidayah: Bagaimana mengupayakan agar rpp yg kita buat menjadikan siswa lebih kreatif… Eko Hariyono: RPP baiknya dibuat sebelum KBM dimulai… Melyani Dwi Astuti: Guru juga harus memiliki jurnal dan agenda selain RPP, Heli: RPP dibuat pd awal semester. Kita revisi bila ada perubahan, Robiatul A 22: Seandainya di tengah jalan ada hambatan insidental, guru hrs punya strategi atau antisipasi materi insidental, Mariana SMA Bakti Idhata: Sebaiknya dibuat sehari seblm pembelajaran kr apa yg ditls di rpp itulah yg akan dilakukan di kls,  Bu Fitri Savero: Mungkin… Jika kita menganggap setiap pertemuan kita seperti kita akan mbuat PTK.. itu lebih baik.. karena direncanakan sematang mungkin dan detail setiap akan dilakukan PBM.., Melyani Dwi Astuti: Kadang pengawas sekolah menentukan RPP yang harus kita buat

Fathur Rachim:
Oke, jika demikian pertanyaan saya selanjutnya, PERNAHKAH bapak/ibu merevisi RPP ditengah semester atau ditengah pelajaran ? Lalu Bagaimana bpk/ibu mengidentifikassi dan merubah RPP jika kelas paralel yang diajar banyak ?

Herlina Lim:
Tanggapan/Jawabannya variatif dan berimbang

Fathur Rachim:
Judul kita malam ini adalah Inspirasi RPP Guru Penggerak 4.0 (Unit Plan, Lesson Plan, Action Plan) dan nanti untuk Menulis RPP Berdasarkan CT akan disampaikan pak Indra.

Ada 3 istilah dalam perencanaan :
1. Unit Plan
2. Lesson Plan
3. Action Plan

Ketiga istilah tersebut di negara kita disebut RPP, Padahal 3 istilah itu memiliki karakteristik yang berbeda. Sekaligus menjawab pertanyaanya pak Adi Santoso (BPP), mengenai Silabus dalam Buku Saku RPP yang sudah dishare diatas, memang secara resmi kementerian tidak pernah mengeluarkan dan menerbitkan silabus.

Silabus yg ada dikita selama ini lebih kepada Unit Plan, dan Permen 37 itu lah yg lebih mirip dengan sylabus. RPP yg bapak/ibu buat selama ini itulah yg lebih mendekati Lesson Plan, dan bagaimana dengan Action Plan?

RPP 1 Lembar” itulah yg lebih tepat untuk mendeskripsikan sebuah Action Plan. Sayangnya memang kita belum memiliki cukup kosa kata untuk menyebut semuanya itu dengan tepat karena kosa kata kita hanya satu untuk menyebut kesemuanya itu yakni RPP. Sehingga wajar saja terjadi sedikit kegaduhan tatkala RPP 1 lembar itu didengungkan.

Bu Herlina IN GP:
Nah, ada pertanyaan dr bu rabiatul smp 22 sby, apakah kita harus diarahkan agar membuat RPP untuk 1x tatap muka per kelas?

Fathur Rachim:
Untuk menjawab itu, besok lusa AGTIFINDO akan menyelenggarakan kegiatan 1001 Guru Ngoding. Pertanyaan saya apakah makna 1001 itu pesertanya hanya 1001? Patah 1 tumbuh seribu, apa iya maknanya persis 1000?
Tidak ada keharusan, Baliklah ketujuan untuk APA dan untuk SIAPA RPP itu dibuat?

Fathur Rachim:
Saya akan coba share 1 contoh format RPP, namun bapak ibu jangan fokus pada Tujuan, jangan fokus pada Kegiatannya dan jangan fokus pada Penilaiannya ya…. fokus dengan yg berwarna Kuning. (download)

RPP 1 lembar atau Action Plan adalah sebuah RPP “hidup” yg dinamis

Bu Herlina IN GP:
Jadi, RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?

Fathur Rachim:
Untuk RPP (action plan) akan sangat mubajir sekali jika dibuat diawal semester/awal tahun pembelajaran, karena selalu ada NOTES dan Refleksion , karena Siswa tiap kelas berbeda dan Kecepatan belajar siswa dikelas juga berbeda,,,,

Sehingga pasti akan selalu berubah, makanya RPP 1 lembar esensinya bukan masalah lembarnya….. tapi seberapa banyak CATATAN dan REFLEKSI yang bisa kita rekam, untuk perbaikan pembelajaran berikutnya.

Lesson Plan sebagai salah satu rencana induk memang harus dibuat diawal tahun atau awal semester sebagai rencana utuh kita, peta utuh kita. Namun Action Plan seyogyanya memang dibuat setiap akan mengajar dengan mempertimbangkan berbagai CATATAN yang ada pada ACTION PLAN sebelumnya. Dan ini adalah sebuah daur ulang (siklis) dari action plan.

Bu Herlina IN GP:
Nah, saya rasa itu menjawab pertanyaan dari pak nasir tentang banyaknya lembaran yg dibutuhkan.

Fathur Rachim:
Dari contoh RPP (Action Plan) tersebut diatas sebagai sebuah “perencanaan yang hidup”, ada empat hal yang penting untuk anda cermati, yakni :

  1. Tanggal; artinya RPP ini merupakan action plan harian atau perpertemuan, shingga sangat mungkin berbeda antara kelas pertama dan kelas paralel yang kedua dan seterusnya
  2. Kegiatan pembelajaran; tentunya kegiatan pembelajaran akan fokus pada aktivitas peserta didik dalam menerima atau membiasakan kecakapan abad 21 melalui alat yang dinamakan konten/materi pembelajaran
  3. Catatan/Rekomendasi; hal ini berfungsi untuk menuliskan catatan mengenai progres, kendala atau hal-hal yang harus ditindak lanjuti untuk pertemuan selanjutnya.
  4. Penilaian (assesment) : tentunya harus lebih variatif untuk dapat menjadi alat ukur yang tepat dalam mengukur proses pembelajaran guna perbaikan selanjutnya

Bu Herlina IN GP:
Dari pak Mulyatno: Jika d awal semester kita hrus buat lesson plan utuh n kmudian saat akan pmbelajaran kita hrus buat action plan, berarti beban administrasi kita jadi tambah dong???

Fathur Rachim:
Rasanya tidak bertambah karena bapak/ibu sudah memiliki RPP itu selama ini, kan tinggal rubah tahunnya 😅 Mulailah dengan Action Plan dengan mengacu pada RPP yang selama ini bapak/ibu TELAH miliki.

Lalu bagaimanakah sebuah RPP (Lesson Plan) dibuat? Lesson Plan sendiri paling tidak terdiri dari dua jenis yakni Digital Lesson Plan dan Face to Face Lesson Plan. Untuk kita di Indonesia, mungkin masih belum akrab dengan istilah Digital Lesson Plan (DLP). Digital Lesson Plan bukan RPP yang tidak dicetak lagi, dan bukan pula RPP yang dibuat untuk bisa diakses secara digital. DLP lebih kepada pendekatan Pedagogi yang digunakan yang biasanya terhubung dengan Blended Unit Plan.

Bu Herlina IN GP:
Dari pak Joko Susilo: Apakah action plan disusun berdasarkan dari catatan dan refleksi dari pembelajaran sebelumnya? (Benar sekali)

Fathur Rachim:
Sebagai contoh dalam Digital Lesson Plan Pedagogy (DLPP) sebagai bagian dari Blended Unit Plan paling tidak ada empat macam model, yakni:
1. Direct Instruction
2. Constructivist
3. Inquiry-Based Science
4. Inquiry-Based Reading

Bu Herlina IN GP:
Tanggapan dr bu afrohah lamongan tentang RPP yang harus dibuat itu yang mana? Action, unit atau lesson?
Dari uraian pak fathur berarti qt guru ttp harus membuat silabus, rpp lama dan yg terbaru.. Biar ada  3 unsur tersebut

Fathur Rachim:
Silabus menurut Buku Saku RPP diatas kan tidak wajib,

Action Plan disini juga bertujuan untuk proses perbaikan atau dapat digunakan pula dalam remedial teaching

Bu Herlina IN GP:
Gimana kalau yg kelasnya banyak pak? Kan beda kelas-beda RPPnya?

Fathur Rachim:
Untuk itulah, action plan cukup 1 lembar dan isinya cukup, hari ini tujuannya apa yg akan dicapaisiswa sudah dapat apa kemarin serta masalahnya dan hari ini bagaimana mengajarkannya.

Bu Herlina IN GP:
Pertanyaan dari pa Jurumia: Tapi kalau pengawas melakukan supervisi harus lengkap mulai dari silabus sampai RPP

Fathur Rachim:
Tunjukan Silabus dan RPP tahun kemarin 😀 , Becanda pak, pengawas juga pasti sudah membaca dan memahami tentang buku saku RPP yg sudah dikeluarkan Dirjen

Ini adalah contoh format lesson plan , dimana juga terdapat NOTES…..

Bu Herlina IN GP:
Saya menangkapnya pembuatan action plan lebih seperti ke agenda/jurnal. Mohon koreksinya 🙏
(Annita, SMAN 1 Padarincang), Gima nih pak?

Fathur Rachim:
Ada benernya.
Contoh Action Plan yg saya share diatas mengadaptasi dari lesson plan dan action plan jadi bisa menjawab pengawas dan bisa menjawab kebutuhan kelas.

Bu Herlina IN GP:
Lesson Plannya berarti mirip dengan RPP yg selama ini kita buat sebelum muncul yg nmy RPP 1 lmbr (SANIATI, Wakatobi)

Fathur Rachim:
Mirip, tapi silahkan dicermati , contoh format lesson plan yg saya share diatas, itu banyak dijadikan acuan oleh banyak sekolah diluar untuk mengembangkan lesson plan maupun action plan.

INGAT: esesnsinya bukan terletak pada formatnya… apalagi terhadap modelnya….

Kita kembali ketujuan RPP itu dibuat sebagai sebuah MAPS, jangan sampai RPP yg dibuat hanya sebagai pelengkap administrasi, jika demikian tidak ada bedanya antara RPP dahulu dengan yg 1 lembar.

Ok demikian paparan saya nanti lengkapnya akan saya bagikan. Ini hanya untuk membuka wawawasan kita bersama dan sebagai bentuk diskursus juga. Sekali lagi terimaksih bu LIna, bapak/ibu semua, mohon maf jika kurnag berkenan.

Inspirasi Bukan RPP Merdeka Belajar ! (download)

Mas Nadiem”Akhiri Sejarah UN, Kembalikan penilaian ke Guru

dari
http://theconversation.com

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengakhiri Ujian Nasional (UN) untuk siswa sekolah menengah tahun ini dan mulai tahun depan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter di pertengahan setiap jenjang sekolah (kelas 4, 8 dan 11).

Perubahan dari UN ke AKM ini berpotensi besar meningkatkan standar pendidikan yang kini masih rendah di negeri ini jika para guru Indonesia memahami cara mengaplikasikan penilaian formatif.

Dalam teori evaluasi pembelajaran, AKM masuk kategori penilaian formatif, sebuah penilaian di tengah masa pembelajaran sebagai umpan balik dari siswa ke guru (dan sebaliknya) untuk meningkatkan kualitas belajar masa selanjutnya. Sedangkan UN dikategorikan penilaian sumatif karena dilaksanakan pada akhir masa belajar dari satu jenjang sekolah.

Berbagai riset di bidang penilaian formatif menunjukkan bahwa implementasi penilaian formatif memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan informasi yang berharga bagi guru untuk menentukan arah pembelajaran dan meningkatkan kualitas cara mengajar guru.

Menghapus UN dan menyerahkan otoritas penilaian kompetensi siswa kepada guru sesuai dengan konsep penilaian formatif adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan standar pendidikan di Indonesia.

Pertanyaannya, apakah guru sudah siap menerima peran dan tanggung jawab ini? Dengan kata lain, apakah guru sudah memiliki kompetensi yang memadai untuk mengaplikasikan penilaian formatif?

Penilaian formatif dan sumatif

Penilaian formatif sampai saat ini masih dipahami berdasarkan konsep yang dipopulerkan oleh sekelompok ahli evaluasi pembelajaran Benjamin Samuel Bloom, George F. Madaus, dan John Thomas Hastings pada 1981.

Mereka mendefinisikan penilaian formatif sebagai “testing for learning” – tes yang diselenggarakan di tengah proses pembelajaran yang hasilnya digunakan untuk perbaikan belajar siswa. Adapun penilaian sumatif adalah “testing for final performance” – tes di akhir periode pembelajaran yang hasilnya menggambarkan kemampuan siswa selama periode belajar tersebut.

Yang perlu digarisbawahi adalah, dari kedua definisi tersebut, asesmen formatif dan sumatif selalu berkaitan dengan tes, yang membedakan hanya waktu penyelenggaraannya. Formatif dilaksanakan saat periode pembelajaran, sedangkan sumatif di akhir proses pembelajaran.

Namun, dalam perkembangannya, asesmen formatif dan sumatif dibedakan berdasarkan data dari hasil penilaian (learning evidence) yang digunakan oleh guru. Data hasil penilaian ini tidak terbatas sumbernya hanya dari tes, bisa juga diambil dari portofolio siswa, observasi, atau jurnal harian siswa.

Dalam penilaian formatif, guru bisa menggunakan data hasil asesmen untuk memperbaiki proses pembelajaran. Sedangkan dalam penilaian sumatif, data hasil asesmen digunakan hanya untuk pelaporan kepada orang tua dan kepala sekolah.

Sekelompok ahli evaluasi pembelajaran Masa Pavlovic, Nafisa Awwal, Roz Mountain, dan Danielle Hutchinson dalam artikelnya pada 2014 mengilustrasikan penilaian formatif seperti koki yang sedang memasak. Koki akan mencicipi masakannya dan menambahkan berbagai bumbu untuk membuat rasa masakannya menjadi lebih enak. Sementara, penilaian sumatif digambarkan seperti koki yang sudah menghidangkan masakannya pada tamu. Dia tidak bisa lagi memperbaiki rasa makanan tersebut setelah hidangan disiapkan di atas meja.

Konsep penilaian formatif kembali populer manakala dua ahli evaluasi pendidikan sains dari King’s College London,Paul Black dan Dylan Wiliam, menerbitkan artikel terkenal “Assessment and Classroom Learning” pada 1998 .

Kedua peneliti ini mereview 250 artikel riset yang terbit antara 1987 dan 1997 mengenai topik yang relevan dengan penilaian formatif. Mereka menyimpulkan bahwa penilaian formatif dapat meningkatkan standar pendidikan.

Masalahnya: mayoritas guru kurang kompeten

Sebenarnya, penilaian formatif sudah diaplikasikan dalam sistem penilaian di Indonesia. Hal ini terdokumentasikan dalam berbagai kebijakan yang sudah, sedang, dan pernah berlaku di Indonesia.

Misalnya, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi GuruPermendikbud No. 20 Tahun 2007 dan No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyatakan salah satu konsep penilaian yang diadopsi adalah assessment for learning – nama lain dari formatif asesmen.

Model penilaian serupa juga dimuat dalam panduan penilaian jenjang SD-SMA terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016/2017.

Namun, riset kuantitatif Mohammad Arsyad Arrafii dan Baiq Sumarni dari IKIP Mataram pada 2018 dengan kuesioner yang melibatkan responden 243 guru bahasa Inggris SMA swasta dan negeri di Lombok menunjukkan mayoritas guru belum memahami konsep penilaian formatif secara holistik. Penelitian yang mengukur kompetensi guru dalam memahami penilaian formatif ini menghasilkan skor rata-rata 47,3 dari nilai teratas 100.

Temuan riset ini tidak jauh berbeda dengan riset kualitatif dari Ida Ayu Made Sri Widiastuti dan Ali Saukah pada 2017 yang menunjukkan bahwa tiga guru bahasa Inggris yang terlibat dalam riset ini masih kesulitan mengimplementasikan penilaian formatif.

Sedikit kabar baiknya, riset kualitatif saya dengan responden delapan guru terpilih pada 2018 ihwal implementasi penilaian formatif di delapan SMA di Jawa Barat menunjukkan enam dari delapan responden terampil mengaplikasikan penilaian formatif di kelas melampaui pengetahuan mereka tentang konsep penilaian ini.

Dalam konteks riset ini, berarti sebagian besar guru mampu mempraktikkan penilaian formatif sebagai bagian dari pengajaran mereka. Tentu saja itu hanya bagian sangat kecil dari total guru di Indonesia sekitar 3 juta guru.

Kebijakan mengembalikan otoritas penilaian siswa kepada guru, karena guru dan sekolah yang menentukan kelulusan siswa, dengan mengadopsi penilaian formatif akan memberikan kesempatan yang besar bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan lulusan sekolah. Karena mereka mendapat umpan balik dalam setiap pembelajaran sehari-hari.

Dan inilah yang paling penting karena guru dapat menyesuaikan pengajaran sesuai dengan kemajuan siswa sehingga siswa dapat meningkatkan kompetensi mereka.

Kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diperkenalkan Menteri Nadiem harus dibarengi dengan strategi yang mendukung guru dapat memainkan peran sebagai assessor/penilai yang kompeten.

Untuk itu, pemerintah sebaiknya fokus pada peningkatan kompetensi guru terlebih dulu sebelum mencanangkan berbagai kebijakan lainnya terkait penilaian kompetensi siswa.

Waspadai Pinjaman Penipuan

KOMPAS.com – Sekarang zaman sudah sangat canggih, tak hanya berbelanja saja yang bisa dilakukan secara online, tapi mengajukan pinjaman uang juga bisa dilakukan secara online tanpa perlu keluar rumah dan datang ke bank.

Peminjaman uang secara online ini dilakukan oleh lembaga keuangan online atau yang lebih dikenal dengan istilah Fintech (Financial Technology). Mereka akan memberikan pinjaman dana dengan cara sederhana sehingga mudah dilakukan bagi para nasabah.

Hal inilah yang kerap kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan modus penipuan pinjaman online. Sudah banyak kasus yang mengatasnamakan lembaga peminjaman uang yang kemudian membawa kabur dana milik nasabah bank tertentu.

Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam.

Oleh karena itu, kamu harus jeli melihat dan mengenali ciri-ciri modus penipuan berkedok pinjaman online. Setidaknya ada lima ciri yang harus kamu kenali dengan baik, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id, yaitu:

1. Penawarannya cenderung memaksa

Ketika kamu ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya kamu akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang mereka miliki. Pada saat kamu bertanya-tanya inilah, kamu harus mewaspadai tingkah laku kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat follow up, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kamu untuk menjadi debitur atau peminjam.

2. Memakai email tidak resmi

Pada saat follow up, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi. Bagaimana cara mengetahuinya? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. Misalkan saja xxxx@halomoney.co.id, bukan xxxx@gmail.com.

3. Syarat terlalu mudah

Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya adalah memiliki riwayat utang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat hutang milikmu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang online.

4. Meminta uang muka

Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi. Perlu kamu tahu, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Jadi kalau ada yang meminta dana hingga Rp 1 juta lebih, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan terhadapmu. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa orang yang ingin meminjam uang justru dimintai uang? Kebanyakan orang yang mengajukan pinjam uang cepat sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan Rp 1 juta untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta.

5. Meminta PIN dan Password

Kamu patut mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang kamu miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Waspadai Penipuan Pinjaman Online, Inilah Ciri-Cirinya”, htt

Virus corona

dari news.detik.com

Perhatian terhadap penyebaran virus Corona atau Coronavirus masih ditunjukkan seluruh dunia. Apalagi Filipina melaporkan kasus kematian pertama akibat 2019-nCoV atau Novel Coronavirus.

Sementara, Indonesia baru saja memulangkan 238 warganya dari Wuhan yang merupakan asal virus Corona. Mereka ditempatkan di Hanggar pangkalan udara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), yang akan dijadikan lokasi observasi.

Meski diwarnai penolakan, pemerintah tetap menempatkan WNI di lokasi berjarak 6 kilometer dari pemukiman warga. Supaya tidak khawatir dan mampu melakukan upaya pencegahan, berikut yang harus diketahui seputar virus Corona.

Baca juga:Total 285 Orang dari Wuhan Diobservasi di Natuna

1. Pengertian virus Corona

Apa itu virus Corona? Bentuk virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus.

Dikutip dari situs LIPI, virus Corona memiliki satu rantai RNA sehingga kerap disebut virus RNA. Virus jenis ini bermutasi lebih cepat dibanding DNA hingga satu juta kali.

Virus Corona Paramyxovirus sempat muncul dalam mesin pencarian Google. Keduanya adalah virus yang berbeda meski sama-sama bisa menginfeksi manusia dari hewan. Penyakit yang disebabkan Paramyxovirus adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV), Newcastle disease, dan parainfluenza.

2. Gejala virus corona

Dikutip dari situs Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan ada yang menunjukkan gejala dan tidak. Untuk kasus Coronavirus yang dilaporkan gejalanya adalah:

a. Demam

b. Batuk

c. Napas pendek

Menurut CDC, gejala virus Corona mungkin sudah terlihat mulai 2-14 hari. Perkiraan ini dibuat berdasarkan masa inkubasi virus Corona dalam kasus MERS. Namun berbeda dalam kasus MERS, infeksi 2019-nCoV bisa menyebar dari pasien yang tidak menunjukkan gejala namun sempat berkomunikasi dekat dengan orang lain.

Baca juga:Menkes Akan Buka Kantor di Natuna Selama Observasi WNI dari Wuhan

3. Virus Corona menyerang siapa?

Hingga saat ini riset masih terus dilakukan terkait virus Corona 2019-nCoV dan penanganan terbaik untuk korban. yang diketahui hingga saat ini, Coronavirus adalah keluarga besar virus yang banyak ditemukan di beberapa binatang misal unta, kucing, dan hewan ternak. Dalam beberapa kasus, virus Corona menginfeksi manusia dan menyebar seperti pada kasus MERS, SARS, dan 2019-nCoV.

Virus Corona menyerang siapa? Dikutip dari The Guardian, korban yang meninggal karena Coronavirus umumnya sudah tua dan sudah memiliki masalah kesehatan sebelumnya. Mereka memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah terinfeksi virus Corona 2019-nCoV. Namun pemerintah China punya lima kasus kematian akibat virus Corona yang usianya kurang dari 60 tahun, yaitu 36, 50, 53, 55, dan 58 tahun.

Karena itu, sangat penting melakukan usaha preventif untuk melindungi diri dan infeksi virus. Usaha preventif harus dilakukan dari berbagai lapisan usia, meski punya daya tahan tubuh yang baik.

4. Pencegahan Virus Corona

Usaha pencegahan virus Corona makin penting karena hingga kini belum ditemukan vaksinnya. Pencegahan menghadapi virus Corona harus dilakukan setiap hari dari segala lapisan usia. Berikut ini usaha pencegahan virus Corona dikutip dari CDC:

a. Cuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik, atau pencuci tangan yang minimal mengandung 60 persen alkohol

b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci

c. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit

d. Tinggal di rumah jika sedang sakit

5. Gunakan masker dan bersihkan permukaan yang sempat disentuh

Terkait masker, sebaiknya menggunakan pelindung daerah hidung dan mulut dengan ukuran pori yang kecil. Dikutip dari situs LIPI, virus Corona yang menyebabkan SARS berbentuk bulat dengan diameter 100-120 nm (nanometer). Karena itu, pencegahan infeksi virus Corona lebih efektif bila menggunakan masker yang berpori-pori lebih kecil dari 100 nm.

Baca juga:Indonesia Hentikan Sementara Bebas Visa Bagi Turis China

6. Seputar Wuhan, China

Wuhan, China, menjadi lokasi awal ditemukannya kasus virus Corona 2019-nCoV dan terus menyebar di antara penduduknya. Dikutip dari CNN, virus Corona menyebabkan 300 kematian dan 14.300 kasus telah terkonfirmasi di seluruh China.

Beberapa wilayah menyesalkan lambatnya reaksi pemerintah dalam menangani, memberi penjelasan, dan mencegah kasus seperti yang terjadi di Hong Kong. Dikutip dari situs National Public Radio, virus Corona Hong Kong menyebabkan tenaga kesehatan memprotes bila pemerintah tak juga menutup pintu perbatasan dengan China. Para suster mengancam akan walkout dari fasilitas kesehatan akibat aksi minim dari pemerintah setempat.

Perkembangan lain terkait virus Corona Jepang kini telah menjadi 20 kasus. Dikutip dari Japan Times, Perdana Menteri Shinzo Abe telah memerintahkan penanganan lebih lanjut untuk mencegah, menangani, dan memulangkan warganya dari Wuhan, China. Untuk virus Corona Batam, Indonesia hingga saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi.